Organic Traffic (Trafik Organik) adalah sebutan untuk para pengunjung yang datang ke website Anda melalui hasil pencarian alami di mesin pencari (seperti Google, Bing, atau Yahoo), tanpa Anda harus membayar iklan.
Singkatnya, ketika seseorang mengetikkan kata kunci di Google, lalu mereka melihat website Anda di daftar hasil pencarian dan mengkliknya, kunjungan tersebut dihitung sebagai Trafik Organik.
Baca Artikel tentang Pengertian dan singkatan dari SEO untuk memahami konteks dari artikel ini.
Perbedaan: Trafik Organik vs. Trafik Berbayar (Paid Traffic)
Untuk memahami trafik organik, kita harus membedakannya dengan iklan:
| Fitur | Trafik Organik (SEO) | Trafik Berbayar (SEM/Ads) |
|---|---|---|
| Biaya | Gratis per klik (Investasi di waktu & konten). | Bayar setiap kali ada yang klik (Pay Per Click). |
| Waktu | Butuh waktu (jangka panjang). | Instan (langsung muncul di atas). |
| Keberlanjutan | Tetap datang meski Anda sedang tidak bekerja. | Berhenti seketika saat saldo iklan habis. |
| Posisi di Google | Muncul di bawah hasil iklan. | Muncul di paling atas dengan label “Bersponsor/Ads”. |
Mengapa Trafik Organik Sangat Berharga?
Bagi pemilik website seperti Anda (yang mengelola situs berita atau layanan jasa), trafik organik adalah “harta karun” karena:
- Membangun Kepercayaan: Pengguna cenderung lebih mempercayai hasil pencarian alami daripada iklan yang berbayar.
- Kualitas Pengunjung Lebih Tinggi: Pengunjung organik biasanya datang karena mereka memang sedang mencari jawaban atau solusi yang spesifik, sehingga kemungkinan mereka menjadi pelanggan (konversi) lebih besar.
- Hemat Biaya Jangka Panjang: Anda tidak perlu terus-menerus membakar uang untuk iklan. Sekali artikel Anda berada di halaman 1, pengunjung akan terus datang mengalir secara otomatis.
- Otoritas Website: Semakin tinggi trafik organik Anda, semakin tinggi nilai website Anda di mata Google, yang akan memudahkan halaman lain untuk ikut naik peringkat.
Bagaimana Cara Mendapatkan Trafik Organik?
Satu-satunya cara untuk mendapatkan trafik organik yang stabil adalah dengan menjalankan strategi SEO yang sudah kita bahas sebelumnya:
- Riset Kata Kunci: Mengetahui apa yang dicari orang.
- Konten Berkualitas: Membuat artikel yang menjawab kebutuhan pencari.
- Optimasi Teknis: Memastikan website cepat dan mudah diakses (terutama untuk situs Astro atau WordPress Anda).
- Backlink: Mendapatkan rekomendasi dari website lain.
Cara Mengetahui Jumlah Trafik Organik Anda
Anda dapat melihat berapa banyak orang yang masuk ke website Anda secara organik melalui alat gratis dari Google:
- Google Search Console: Menunjukkan kata kunci apa saja yang membuat orang masuk ke web Anda.
- Google Analytics: Menunjukkan jumlah total kunjungan yang berasal dari saluran “Organic Search”.
Catatan: Untuk website baru seperti
digitalcorner.idatau subdomain layanan keamanan Anda, trafik organik mungkin tidak langsung meledak. Ini adalah proses akumulasi dari konten-konten berkualitas yang Anda posting secara rutin.
Apakah Anda ingin tahu cara memantau trafik organik di Google Search Console agar Anda bisa melihat kata kunci apa saja yang paling banyak mendatangkan pengunjung ke website Anda?